MEDIA CETAK


 

Online atau Tidak, Koran MEMBOSANKAN

Koran sebagai media cetak yang telah setia menemani kita sekeluarga seperti turut menghitung usia kita dengan kehadirannya setiap hari didepan pintu rumah. Bentuknya yang fleksibel tidak merepotkan jika ingin dibawa kemana-mana, bahanya yang bisa didaur ulang, bisa disimpan berhari-hari tanpa membutuhkan biaya ekstra, dan masih banyak hal lain yang membuat koran nampak menyenangkan untuk dikonsumsi setiap hari. Isu-isu menarik dari mulai dunia ekonomi hingga politik dikupas dalam harian cetak tersebut.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, koran telah tertinggal. Banyak sekali pemberontakan kecil yang tergolong radikal dilakukan oleh media cetak tersebut, namun satu hal yang terlewatkan, revolusi mengenai dirinya sendiri tidak terjamah oleh otak dari koran. Hal ini menjadikan koran sebagai media yang besar namun kondisinya sangat memprihatinkan dalam resolusi informasi. Karena disudut yang lain telah hadir dengan segala macam tawaran kepraktisannya yaitu internet.

Maraknya internet membuat sang penerbit koran meliriknya sebagai alternative dari koran cetak untuk kembali menarik pasar pemuda. Karena koran cetak dianggap ‘jadul’ sehingga kaum remaja kita merasa enggan untuk membaca koran cetak. Dengan hadirnya koran online diharapkan mampu menjadi wadah para pemuda yang haus akan berita namun masih dengan style muda, sehingga tidak dicap sebagai pemuda yang ketinggalan zaman. Sementara ini paling tidak koran online masih belum memiliki motif komersial dan konseptual, hanya memberi yang terbaik untuk pembaca.

Namun dilain sisi jika dikaji lebih dalam, koran online hanya mencari dan menyerap umpan balik yang sebenarnya semua itu hanya ilusi interaktivitas yang tidak nyata sama sekali. Seolah-olah menyediakan ruang bebas untuk memberikan komentar tentang apapun tanpa menghasilkan sedikitpun kekuasan untuk melakukan apapun.

Membaca koran online juga termasuk rumit, dan yang paling utama adalah tidak ada taste membolak balik halaman untuk menemukan berita-berita yang lain. Budaya pers cetak yang blak-blakan dan informal secara terus-menerus tersedia sehingga sering kali muncul konflik abadi, persahabatan tiba-tiba, dan permusuhan sesekali dalam koran online.

Sepertinya memang koran cetak telah tertinggal masanya, namun kesalahan utama adalah dari koran cetak sendiri seolah tidak ada keniatan sama sekali dan terkesan menolak untuk melakukan perubahan. Namun hal tersebut tidak lantas menghilangkan fungsi jurnalistik cetak, justru sebaliknya hal itu bisa membuat peran koran cetak menjadi lebih penting dan berguna dari sebelumnya. Koran cetak tidak akan memonopoli pemberitaan seperti sebelumnya, dan hal tersebut jadi membuat masyarakat tidak hanya menerima berita begitu saja sesuai yang disajikan.

Koran cetak merupakan salah satu media informasi yang tetap menolak untuk melakukan perubahan yang berarti. Investasi besar-besaran bisa saja dilakukan koran cetak dengan berbagai cara, misalnya saja dengan menggunakan tenaga kerja yang lebih muda dan berbakat dan staf yang lebih beragam, sehingga dapat memberi nuansa baru bagi koran cetak terkait.

Namun alasan yang sebenarnya, masyarakat berhenti membaca koran bukan karena banyaknya gadget dengan teknologi yang canggih dan terbaru, melainkan masyarakat memilih untuk berhenti membaca koran karena semakin hari koran menjadi semakin kurang relevan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s