KONSEP CITRA


Kata citra tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Orang menyebut gambaran atau image mengenai seseorang maupun sesuatu untuk mempermudah artian dari citra. Namun bagi kita para kaum yang berkecimpung dalam dunia ilmu komunikasi tidak hanya sebatas itu mengartikan sebuah kata citra. Banyak sekali arti kata citra yang di pergunakan dalam dunia ilmu komunikasi, misalnya dalam bidang broadcasting, public relation maupun yang lain. Tetapi kali ini kita akan membahas artian kata citra dalam ruang lingkup perusahaan. Sebuah perusahaan akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk suatu citra positif di mata khalayak. Membentuk citra positif tidak semudah membangun perusahaan itu sendiri, karena citra sebuah perusahaan melibatkan penilaian dan kepercayaan masyarakat sehingga tidak akan mudah untuk dibentuk kecuali dari perusahaan itu sendiri.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata citra mempunyai banyak artian namun yang berhubungan dengan dunia ilmu komunikasi disebutkan bahwa citra merupakan gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi perusahaan, organisasi atau produk.  Sedangkan beberapa ahli mengemukakan pendapatnya mengenai citra itu sendiri, diantaranya sebagai berikut :

  1. Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa, “Corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization. It is related to business name, architecture, variety of product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality commuicated by each employee interacting with the organization’s clients“. Artiya citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk dibenak masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.
  2. Dowling menyatakan bahwa, “corporate image is a set of beliefs and feeling about an organizations“. Dapat diartikan bahwa citra perusahaan merupakan sekumpulan kepercayaan dan perasaan tentang suatu organisasi.
  3. Sutisna menyatakan bahwa citra adalah total persepsi terhadap suatu obyek yang dibentuk dengan memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu.
  4. Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa citra merupakan kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari beberapa definisi mengenai citra tersebut, bahwa citra merupakan keseluruhan kesan, perasaan, dan kepercayaan yang terbentuk dalam pola pikir masyarakat mengenai seluruh hal tentang suatu organisasi dalam hal ini yaitu perusahaan, yang terbentuk dari pemrosesan informasi dari berbagai sumber setiap waktu dan memerlukan waktu yang cukup lama sebagai bentuk pemahaman seluruh hasil tindakan suatu perusahaan.

Suatu perusahaan sangat penting membangun sebuah citra positif dalam benak masyarakat, karena dengan citra yang positif suatu perusahaan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan masyarakat untuk menyampaikan tujuan secara efektif. Dengan adanya citra positif juga akan menjadi pelindung kesalahan kecil, kualitas teknis maupun fungsional dan sebagai fungsi dari pengalaman dan harapan konsumen atas kualitas pelayanan perusahaan, bahkan citra suatu perusahaan juga mempengaruhi sikap maupun kinerja karyawan dalam suatu perusahaan tersebut.

Seorang ahli komunikasi yang bernama Shirley Harrison mengungkapkan bahwa terdapat empat elemen yang tergolong dalam informasi lengkap mengenai citra perusahaan, yaitu :

ü                Personality        : keseluruhan karakteristik perusahaan yang dipahami public sasaran seperti perusayang dapat dipercaya, perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial

ü                Reputation          : hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini public sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak lain seperti kinerja keamanan transaksi sebuah bank

ü                Value   : nilai-nilai yang dimiliki suatu perusahaan dengan kata lain budaya perusahaan seperti sikap manajemen yang peduli terhadap pelanggan, karyawan yang cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan pelanggan

ü                Corporate Identity : komponen-komponen yang mempermudah pengenalan public sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna dan slogan

Bisa disimpulkan bahwa keempat elemen tersebut sangat penting keberadaannya didalam citra perusahaan yang dibentuk oleh efektifitas upaya perusahaan dalam komunikasinya dengan masyarakat yang menjadi sasaran.

Jika diajukan pertanyaan dimana letak citra berada pada proses pengiklanan sebuah produk atau apapun, apakah saat perekaman video iklan tersebut, penyerahan video kepada pihak stasiun tv yang akan menayangkan, saat pengiriman gambar video ke pemancar kemudian dilanjutkan ke satelit, atau saat gambar video iklan tersebut muncul di layar kaca dan dilihat oleh masyarakat ? jawabannya yaitu citra terletak pada keseluruhan proses pembuatan iklan tersebut, karena citra itu terbentuk dari mulai dari pengemasan sebuah iklan, sampai cara penyampaian iklan produk tersebut kepada masyarakat bagaimana dan seperti apa. Saat masyarakat memberikan respond baik positif maupun negative terhadap iklan yang dimunculkan oleh perusahaan, hal itu dinamakan dengan positioning.

SUMBER

http://forum.vibizportal.com/showthread (Jum’at, 5 Februari 2010, 19:10)

Kamus besar bahasa Indonesia tentang arti kata “citra”

www.e-iman.uni.cc (Jum’at, 5 Februari 2010, 18:40)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s