TEORI PERTUKARAN SOSIAL


Teori yang melihat sebuah hubungan antarpribadi sebagai suatu transaksi dagang, seperti adanya hubungan timbal balik antar kedua belah pihak. Menurut Thibault dan Kelly, setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran, biaya, laba, dan tingkat perbandingan (empat konsep pokok).

Ganjaran

Setiap akibat yang dinilai positif ang diperoleh seseorang dalam menjalin sebuah hubungan antarpribadi. Ganjaran ini dapat berupa materi, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai ang dipegangnya.

Biaya

Setiap akibat yang dinilai buruk atau negatif ang terjadi dalam menjalin sebuah hubungan. Dalam biaya, dapat berupa waktu, konflik, kecemasan dan keruntuhan harga diri.

Contoh:

Sari mempunai seorang teman yang pelit dan bodoh. Hanya karena untuk menjaga persahabatan antara Sari dan temannya itu tidak bubar, Sari sering membantu temanna itu. Ternyata, bantuan (biaya) yang Sari berikan lebih besar daripada timbal balik (ganjaran) yang diterima Sari. Berabrti dalam hal ini, Sari merasa dirugikan. Dalam artian, balasan atau timbal balik yang diterima Sari tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan olehna kepada temannya itu. Dan Sari diperbolehkan untuk menjalin hubungan baru dengan orang lain.

Hasil atau laba

Dalam hal ini, seseorang akan menjalin hubungan dengan orang lain yang dirasa lebih menguntungkan daripada hubungan yang sebelumnya.

Tingkat perbandingan

Dapat diartikan sebagai ukuran baku atau tolak ukur atau standar, dimana ukuran baku tersebut digunakan sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Ukuran  baku ini dapat berupa pengalam individu pada masa lalu atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya.

Tiga teori membantu kualitas hubungan antarpribadi

1. Teori Transaksional

Hubungan antarpribadi akan berlangsung selama mengikuti kaidah transaksional, apakah masing-masing pihak memperoleh keuntungan atau malah merugi.

2. Teori Peran

Dalam pergaulan sosial itu sudah ada skenario yang disusun oleh masyarakat, yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap orang dalam pergaulannya. Dalam hal ini, jika seseorang mematuhi skenario yang berlaku, mak hidupnya akan harmonis, dan begitu sebaliknya.

3. Teori Permainan

Menurut teori ini, manusia diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu anak-anak, dewasa, dan orang tua.  Anak-anak, masih belum mengerti tanggung jawab, dia akan menagis jika permintaannya tidak terpenuhi. Dewasa, lugas dan sadar akan tanggung jawab, sadar akibat dan sadar resiko. Sedangkan orang tua, selalu memaklumi kesalahan orang lain dan menyanyagi mereka.

Inti dari teori pembelanjaran sosial dan pertukaran sosial ini adalah perilaku seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mentalistil (black-box). Semua teori yang dipengaruhi oelh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku ang teramati dengan lingkungan. Pendekatan obyektif teori pertukaran sosial ada di pendekatan obyektif. Pendekatan ini disebut ‘obyektif’ berdasarkan pandangan bahwa obyek-obyek, perilaku-perilaku dan peristiwa-peristiwa eksis di suatu dunia ang dapat diamati oleh pancaindera, dapat diukur dan diramalkan. Teori pertukaran sosial beranggapan, orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s