MISTERY THE NAME OF ‘RATING’


KISAH SEPUTAR RATING

Di dunia ini kita mengenal banyak sekali media massa yang kita fungsikan sebagai alat untuk mendapatkan informasi, pengetahuan maupun hiburan. Terdapat beberapa jenis media massa yaitu media cetak dan media elektronik. Tidak terkecuali di Indonesia, bumi dimana kita setiap harinya memperoleh penghidupan ini juga tidak luput dari orbit para media media massa tersebut. Namun untuk kali ini kita akan lebih memfokuskan diri untuk membahas mengenai media massa dalam bentuk media elektronik.

Didalam media elektronik kita mengenal radio dan televisi dengan keunggulan dan keistimewaannya masing-masing. Namun apakah semua penikmat radio dan televisi tersebut mengerti betul akan seluk beluk yang terdapat didalamnya, jawabnya adalah tidak.

Salah satu hal yang tidak semua orang mengetahui tentang media elektronik radio dan televisi ini adalah bagaimana pengukuran dan penganalisaan mengenai para pendengar dan penontonnya. Namun lain halnya dalam dunia para perusahaan penyiaran elektronik itu sendiri baik yang hanya mengandalkan indera pendengaran yaitu radio, maupun yang juga melibatkan indera penglihatan yaitu televisi sudah barang tentu sangat akrab dengan satu kata yang biasa kita sebut dengan ‘rating’ atau bisa disederhanakan yaitu pengukuran dan penganalisaan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak pelanggan setia (pendengar dan penonton) dan segala bentuk dari orang-orang yang menikmati hasil kerja mereka dengan mengurutkannya kedalam peringkat.

Berikut merupakan gambaran kisah mengenai asal muasal dari Si Rating tersebut dan perkembangannya serta cara kerja mereka dalam mengukur dan menganalisa, di Amerika Serikat.

Pada tahun 1920 penelitian mengenai para pendengar dari media elektronik ini dimulai. Metode pertama yang digunakan saat itu adalah para penyiar meminta agar pendengar mengirimkan kartu pos yang berisikan laporan mengenai program apa saja yang telah mereka dengarkan, dan apakah saluran yang mereka dengarkan bagus atau tidak ke stasiun. Namun data yang lebih rinci dan detail mengenai hal tersebut sangat dibutuhkan sehingga pada tahun 1930 American Association of Advertising Agencies, dan Association of National Advertisers membentuk sebuah Cooperative Analysis Broadcasting (CAB). Kemudian CAB mengumpulkan data seluruh jaringan yang ada di 35 kota bagian Negara Amerika dengan menggunakan telephone recall method. Dengan memilih secara acak rumah-rumah yang akan ditelfon, dan dengan waktu yang berbeda para responden ini diminta untuk mengingat program yang mereka dengar di radio. Namun mengingat memori manusia sangat terbatas dan keefesienan waktu yang tidak terpenuhi, metode ini dianggap kurang efektif. Selanjutnya muncul metode baru yaitu telephone coincidental method sebagai bentuk perbaikan dari metode sebelumnya. Metode ini diperkenalkan oleh C. E. Hooper, yaitu metode dimana perusahaan tersebut dengan tiba-tiba atau waktu yang tidak terduga melakukan panggilan kepada responden dan bertanya apakah pada saat itu responden sedang mendengarkan radio atau tidak. Apabila saat panggilan dilakukan responden sedang mendengarkan radio maka responden diminta untuk menyebutkan program apa yang sedang didengarkan.

Perusahaan A. C. Nielsen kemudian melanjutkan perjuangan untuk memperbaiki metode pengukuran dan penganalisaan responden dari radio. Perusahaan ini memulai eksistensinya pada tahun 1942. Dengan cara berbeda AC Nielsen melakukan pekerjaan tersebut, yaitu tidak dengan mengandalkan media telepon tetapi ia mengumpulkan data dengan menghubungkan sebuah alat mekanik yang disebut Audimeter ke radio yang dipilih secara acak untuk dijadikan sampel. Audimeter terdiri dari stylus tajam yang membuat bagian awal pada segulung pita kertas di sinkronisasi dengan dial tuning radio. Selang beberapa waktu, responden mengirim kembali rekaman atau film kepada Nielsen dimana goresan dianalisis untuk mengetahui berapa lama dan untuk apa station tersebut di dengarkan.

Dua laporan Nielsen yaitu Nielsen Television Index (NTI) laporan mengenai pemirsa program jaringan, dan Nielsen Station Index (NSI) yaitu yang melakukan hal sama untuk pasar TV local merupakan data dari Audimeter tersebut. Namun kemudian muncul Arbitron sebagai pesaing Nielsen pada rating TV local di Amerika. Kekurangan Nielsen dari Arbitron adalah data demografis yang justru dipunyai oleh Arbitron yang disebut Diary. Akhirnya Arbitron menjadi perusahaan rating yang dominan pada radio.

Namun Nielsen tidak mau kalah, ia menciptakan dan memperkenalkan Storage Instantaneous Audimeter (SIA) dibeberapa pasar lokal. SIA ini mengandalkan kecepatan sehingga memungkinkan untuk menerbitkan rating sehari setelah program disiarkan.

Alat lain untuk mengukur penonton televisi diperkenalkan pada akhir tahun 1980an, yang kemudian disebut dengan Peoplemeter. Alat ini dikembangkan oleh AGB Television Research, juga diciptakan untuk menyaingi Nielsen. Peoplemeter dihubungkan ke TV dan dicatat secara otomatis saluran TV dan waktunya yang ditonton tersebut. Alat ini tidak mengandalkan memory sehingga dianggap lebih efektif dan data dapat dikirim secara elektronik ke Nielsen.

PROSES RATING

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk mengukur dan menganalisa pemirsa TV, NTI dan NSI Nielsen Media Research menarik dua jenis sampel, pertama Nielsen memilih secara acak sekitar lebih dari 6000 wilayah geografis yang sempit dan mendaftar seluruh rumah tangga di daerah-daerah. Kemudian, mengambil acak 5000 sampel rumah tangga. Setiap rumah tangga kemudian dihubungi, dan jika mereka menyetujui untuk berpartisipasi dalam survei, seorang wakil Nielsen akan menginstal Peoplemeter dan melatih anggota rumah tangga tentang cara menggunakannya. Setiap anggota rumah tangga disarankan untuk merekam program apa yang ditonton dan mengirimkan kembali buku harian Nielsen pada akhir pekan. Periode pengukuran ini disebut ‘menyapu’, informasi dari buku harian tersebut kemudian digunakan oleh stasiun lokal untuk menentukan tarif pemasangan iklan.

Dalam dunia rating TV terdapat tiga istilah yang dianggap cukup penting, yaitu :

  1. Households using television (HUT), yaitu persentase rumah tangga yang memiliki televisi di dalam kurun waktu tertentu.
  2. Rating, Secara khusus merupakan persentase atau proporsi dari seluruh rumah tangga dengan menonton TV di program dan waktu tertentu.
  3. Share, yaitu jumlah total rumah tangga yang menonton program tertentu dan waktu yang dibagi dengan jumlah rumah tangga yang menggunakan TV.

Rumus menghitung rating

Ratings =  number of households watching a program

                   total number of households in market

Rumus menghitung Share

Share =  number of households watching a program

            total number of HUT

Radio’s All-Dimensi Audience Research (RADAR) adalah badan peneliti Penonton untuk program jaringan radio nasional, yang melakukan survei dengan menggunakan recall technique.

Arbitron akan mengirimkan paket warna-warni kepada rumah tangga yang setuju untuk bergabung dengan survey tersebut dan menjadi sampel, paket tersebut berisi Diary, petunjuk, surat ucapan terima kasih, dan uang sekitar satu dolar. Saat Diary sudah hampir selesai, responden diminta mengirimnya kembali ke Arbitron, kemudian melangkah ke tahap berikutnya.

Dalam ilmu statistic dipelajari mengenai proses pengambilan sampel dan penjumlahan keakuratan rata-rata sampel dan jenis ukurannya. Salah satu cara untuk untuk mendapatkan keakuratan dari sampel adalah dengan menggunakan konsep. Konsep ini dikenal sebagai 95 percent confidence interval.

Meskipun kedua peringkat besar perusahaan, Nielsen dan Arbitron bersusah payah untuk mengumpulkan data dari sampel yang benar-benar acak, namun seringkali hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Masalah yang terjadi biasanya adalah saat dihubungi, banyak rumah tangga yang merupakan sampel asli menolak untuk bekerja sama, atau individu-individu dalam sampel yang mendapat Peoplemeter merasakan kejenuhan setelah satu atau dua hari dan tidak mengirim kembali Diary, atau Diary diisi dengan cara yang illegal.

PENELITIAN LAIN

Meskipun rating pada khususnya digunakan untuk mengetahui efek timbale balik untuk industry media elektronik tetapi para pemilik dan menejer perusahaan seringkali membutuhkan informasi tambahan mengenai siapa yang mendengarkan radio maupun menonton televisi. Hal ini dilakukan untuk mengecek dua kategori besar dari penelitian tentang audience yang berguna untuk menambahkan data hasil rating.

Diantara penelitian tentang audience terdapat Music research. Sebagian besar stasiun radio memainkan music baik dengan acara yang full music atau yang dikombinasikan dengan acara yang lain seperti talkshow dan yang lainnya. Hal ini dilakukan agar stasiun radio tersebut memungkinkan untu

k menarik pendengar dengan cakupan yang lebih luas. Didalam music research terdapat fenomena yang diisebut dengan Burnout yaitu penghindaran yang dilakukan para pemilik perusahaan untuk memutar lagu baru yang tidak disukai para pendengar dan juga menghindari memutarkan lagu yang popular beberapa kali dalam rentang waktu yang singkat sehingga menimbulkan kejenuhan pendengar.

Kemudian juga terdapat Market research. Market research ini meliputi tentang berbagai variasi dari penggunaan teknik oleh para ahli bidang penyiaran dan cable programmers untuk mendapatkan pengetahuan lebih mengenai diri para pendengar, reaksi dan personality para pendengarnya.

Dalam market research terdapat istilah yang disebut dengan Production research. Sebelum menghabiskan uang dengan jumlah yang banyak untuk mengembangkan sebuah program TV komersial, jaringan, studio-studio, dan agen periklanan seharusnya dilakukan sebuah pemeriksaan mengenai respon penonton terlebih dahulu. Concept testing digunakan oleh perusahaan-perusahaan produksi untuk mengukur reaksi penonton, hal ini perlu sehingga memungkinkan adanya ide untuk membuat program baru.

4 responses to “MISTERY THE NAME OF ‘RATING’

    • silahkan diambil intisarinya dan kembangkan dengan opini pribadi..pasti akan jauh lebih bagus, karena punya saya masih banyak kekurangan jd kayanya kurang sempurna kalo cuma di copas tanpa di tambahi opini pribadi anda
      many thkz ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s