ANALISA TOKOH ANDREA (Anne Hathaway) DALAM FILM DEVIL WEARS PRADA


Dalam psikologi komunikasi terdapat pembahasan mengenai empat jenis pendekatan teori psikologi tentang prilaku manusia. Empat pendekatan teori tersebut adalah Psikoanalisa, Behaviorisme, Kognitif, dan Humanistik. Untuk menganalisa tentang perilaku tokoh Andrea dalam film Devil Wears Prada ini kami coba menjelaskannya dengan menggunakan pendekatan teori psikologi Humanistik.

Andrea seorang wanita biasa yang tidak berpenampilan menarik diberi kesempatan oleh Miranda untuk bekerja sebagai sekretaris pribadinya yang kedua setelah Emely gadis cantik dan berpenampilan menarik layaknya para karyawan lain yang bekerja ditempat tersebut, karena tempatnya bekerja tersebut merupakan salah satu kantor majalah fashion yang sangat terkenal sehingga menuntut setiap karyawannya untuk tampil menarik sesuai dengan citra majalah tersebut yang dikagumi setiap orang karena tren fashion yang disajikan. Karena ucapannya pada Miranda dihari interview yang akhirnya dianggap sebagai janji yaitu walaupun Andrea bukan wanita cantik dengan penampilan yang sangat menarik tetapi dia merupakan seorang yang cerdas dan cepat belajar serta dapat mengerjakan pekerjaannya nanti sebagai sekretaris pribadinya.

Awalnya Andrea merasa tidak peduli dipandang sebelah mata oleh karyawan lainnya yang berkomentar bahwa Miranda salah mempekerjakan orang untuk menjadi asistannya karena dia merasa nyaman dengan penampilannya yang seadanya dan sama sekali tidak berminat untuk mengubah penampilannya, namun dia terus-menerus mendapat tekanan baik oleh karyawan lain maupun dari Miranda sendiri yang akhirnya membuat dia ingin keluar dari pekerjaan tersebut. Tapi naluri Andrea sebagai manusia yang ingin diakui keberadaannya muncul, Andrea pun bangkit dan bersiap untuk mengubah diri dan penampilannya yang selama ini menjadi cemoohan.

Dia membuktikan dirinya layak untuk menjadi bagian dari para karyawan yang bekerja ditempat tersebut dengan berpenampilan menarik yang didukung kecerdasannya, serta dia membuktikan bahwa Miranda memang tidak salah memilih asisten baru dan menunjukkan dirinya mampu untuk cepat belajar dan menyesuaikan diri seperti yang diucapkannya diawal pertemuan dengan Miranda. Hasil kerja kerasnya tidak sia-sia, dengan penampilan barunya dia diterima semua karyawan dengan baik bahkan dia menjadi andalan Miranda menggantikan asistennya yang pertama bahkan sampai dia mampu untuk sedikit melupakan bahwa sebenarnya bukan pekerjaan inilah yang dia inginkan karena dia sudah menikmati keberadaannya sekarang.

Setiap manusia membutuhkan persepsi untuk dapat menentukan hal-hal apa saja yang akan dia lakukan terhadap sesuatu hal. Dalam pembentukan persepsi ini banyak sekali factor-faktor yang mempengaruhi. Factor-factor pengaruh yang membentuk persepsi tersebut dapat dikelompokkan kedalam 2 golongan, yaitu factor personal yang meliputi pengalaman, motivasi, dan kepribadian, sedangkan factor situasional meliputi deskripsi verbal, petunjuk proksemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, petunjuk paralinguistic, petunjuk artifaktural.

Untuk membahas factor personal yang mempengaruhi persepsi tokoh Andrea ini, kami akan mencobanya dengan menggunakan factor motivasi. Dalam fator motivasi yang mempengaruhi persepsi seseorang juga terdapat beberapa motif, seperti motif biologis, ganjaran dan hukuman, karakteristik kepribadian, dan perasaan terancam karena persona stimuli. Kali ini kita akan membahas pada bagian motif kaarakteristik kepribadian yang mempengaruhi persepsi Andrea.

Andrea yang seorang wanita cerdas dengan kepribadian yang apa adanya tetapi lebih cenderung seadannya atau bisa disebut cuek, beranggapan aturan tidak tertulis bahwa karyawan ditempatnya ia bekerja sebagai asisten Miranda ‘harus’ berbusana mewah dan menarik, yang merupakan stimuli, tidak perlu ia perhatikan karena hal tersebut bukan merupakan bagian dari kewajiban yang harus ia penuhi dan hal tersebut tidak akan berpengaruh bagi kelangsungan pekerjaannya, karena Miranda menerima dia sebagai asisten karena kecerdasannya, dan tidak seharusnya dia repot-repot merubah penampilan yang dirasa tidak cocok dengan kepribadiannya. Apalagi pekerjaan yang ia dapatkan tersebut bukan merupakan impian sebenarnya yaitu menjadi seorang penulis, hal itu menambah keyakinan dia untuk tidak melaksanakan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan mengikuti semua peraturan tertulis maupun tidak tertulis dalam pekerjaan tersebut.

Sedangkan untuk factor situasional yang mempengaruhi persepsi Andrea, kita akan membahas dengan menggunakan factor petunjuk artifaktural. Dengan persepsi yang dia bangun dengan berdasarkan factor-factor personalnya sendiri ternyata belum cukup untuk landasan dia melaksanakan segala kegiatan ditempatnya bekerja karena masih ada kendala yang harus ia hadapi dari lingkungan sekitar. Kendala ini dapat dimasukkan sebagai factor situasional yang mempengaruhi persepsi. Lingkungan Andrea bekerja dengan hampir 99% karyawannya mengenakan pakaian mewah dan menarik, baju, tas, perhiasan yang high class, memakai kosmetik dengan berbagai merk ternama, membalut tubuh yang sangat langsing dan seksi, membuat Andrea yang ingin sekali mempertahankan penampilan seadanya sesuai dengan kepribadian dia terpaksa harus mengikuti rekan-rekan kerjanya tersebut, mengubah dirinya dengan penampilan mewah yang senada dengan karyawan lain, agar dia dapat diterima keberadaannya sebagai salah satu anggota karyawan dikantor tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari kita terkadang merasa sulit untuk menentukan persepsi kita terhadap seseorang karena biasanya ada juga persona stimuli berusaha menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu untuk menimbulkan kesan tertentu pada diri penanggap. Tanpa kita sadari ternyata banyak orang yang ingin dianggap seperti yang dia inginkan, sehingga ia akan melakukan kamuflase untuk memberikan kesan yang ia harapkan dan membuat orang menciptakan kesan seperti yang ia harapkan tersebut. Hal tersebut dalam teori psikologi komunikasi disebut proses pengelolaan kesan.

Sebagai contohnya kita bisa memakai tokoh Andrea dalam usahanya melakukan pengelolaan kesan.

Awalnya Andrea tidak dianggap keberadaannya atau dipandang sebelah mata oleh seluruh karyawan ditempat ia bekerja, kemudian dengan berbagai pengalaman yang ia dapatkan akhirnya dia ingin merubah kesan yang timbul dari dirinya menjadi kesan baru. Sehingga untuk melakukan hal tersebut dia harus melakukan pengelolaan kesan baru mengenai dirinya dari Andrea yang kucel menjadi Andrea yang cantik dan mempesona. Dia rubah semua hal tentang dirinya, mulai dari cara berpakaian, aksesoris yang dipakai, kosmetik yang dipakai dan sebagainya. Dengan melakukan perubahan tersebut dia telah melakukan pengelolaan kesan yang baru, sehingga orang di sekitarnya akan mendapat kesan baru bahwa Andrea yang sekarang adalah Andrea yang cantik, menarik dan layak untuk dijadikan anggota dari kantor majalah fashion terkenal di negaranya. Bahkan dia juga membentuk kesan bahwa dia wanita yang cocok dan patut menjadi andalan untuk dijadikan asisten Miranda direktur utama di kantor tersebut. Dengan kesan baru yang dia ciptakan orang akan memberikan penilaian sesuai yang ia harapkan dan kemudian mereka memperlakukan ia sesuai dengan penilaian yang didapatkan tadi.

Dari kesemua penjabaran mengenai tokoh Andrea diatas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita dapat mendeskripsikan mengenai segala tindakan seseorang bersumber dari sifat dasar manusia yang terdapat dalam pendekatan teori psikologi mengenai prilaku manusia. Kemudian kita juga dapat mengetahui bahwa terdapat factor-factor yang mempengaruhi persepsi atau pendapat seseorang mengenai suatu hal yaitu karena berdasarkan factor personal dan situasional. Bahkan kita mendapatkan pengetahuan bahwa ternyata tidak semua orang berperilaku sesuai dengan kepribadian dirinya yang asli karena ada yang namanya proses pengelolaan kesan sehingga tidak semua orang menampilkan sosok dirinya yang sebenarnya jadi kita harus sangat berhati-hati dalam menilai orang sehingga kita tidak terkecoh.

Refferensi     :

Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s